Setelah membaca buku seni berbicara akhirnya saya bisa berbagi pengetahuan bicara kepada Anda semua . Menurut Lary King, penulis buku seni berbicara, ada bermacam-macam seni yang bisa di tunjukan untuk menyenangkan lawan berbicara. Akan tetapi Larry memberikan delapan ciri menjadi lawan bicara yang baik.

Mungkin sebenarnya ke delapan ciri ini merujuk pada pembicara dengan banyak audiens, tetapi kedelapan ciri ini tampak cocok menjadi ciri lawan bicara yang terbaik.
Berikut ciri-cirinya:
- Memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru
- Mempunyai cakrawala yang luas
- Antusias
- Tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri
- Rasa ingin tahu
- Menunjukan empati
- Mempunyai selera humor
- Mempunyai gaya bicara sendiri
Memandang suatu hal dari sudut pandang yang baru
Dalam memAndang sesuatu, mempunyai cara panndang atau sudut pandang yang berbeda itu ternyata penting. Orang akan bosan dengan apa yang kita katakan jika yang kita ceritakan atau apa yang kita angkat sebagai lopik itu monoton. Orang yang baik dalam berbicara adalah walaupun dengan topik atau pembicaraan yang sama, mereka tetap akan drperhatikan oleh lawan bicara mereka. Hal ini otomatis menyangkut cara pandang juga, jelaskan pada lawan bicara Anda topik yang sama dari berbagai mata , artinya, jangan pernah melihat sesuatu hanya dari satu posisi saja. Hal itu biasa, sehingga kalau ingin menjadi luar biasa pandanglah sesuatu dari bermacam-macamsudut pandang, bukalah mata lawan bicara Anda ternyata topik atau obrolan Anda itu bagus dilihat dari manapun.
Cakrawala berarti lengkung langit. Akan tetapi, salah satu pengertian Cakrawala dalam karnus bahasa Indonesia mempunyai jangkauan luas. Seperti halnya langit yang sangat luas. Mernpunyai j angkauan yang luas sebenarnya berjalan sejajar dengan memiliki sudut pandang yang berbeda, karena jika cakrawala kita luas, sudut pandang kita pun semakin luas. Akhir-akhir ini telah dikemukakan bahwa cakrawala itu adalah Wawasan atau pengetahuan pribadi terhadap banyak hal. Pepatah yang mengatakan bahwa jika ingin memiliki cakrawala yang luas maka bepergianlah, tapi jika Anda mau mendengarkan orang lain disekitar Anda, Anda akan dapat memperluas cakrawala Anda tanpa harus bepergian. Seperti halnya yang dilakukan Andrew Cuomo yang selalu ingin mendengarkan orang lain sampai sekarang. Dale Carnegie pun mengatakan bahwa ia selalu menarik dan selalu tertarik.
Lihat dan renungi kembali kata menarik dan tertarik tersebut. Kedua kata itu tampak sederhana namun itu juga merupakan kunci keberhasilan rnenjadi pembicara yang baik. Dengan memiliki sifat tertarik otomtis Anda akan terus mencari-cari ap saja yang ada di dunia ini sehingga ketika Anda berbicara akan menjadi menarik bagi pendengar Anda. Dengarkan siapa saja yang berbicara maka Anda akan memperluas cakrawala Anda. Orang-orang di luar sana memilki hal-hal yang berbeda untuk diceritakan sehingga mereka akan memperkaya kita asal saja Anda ingin mendengarkan mereka dan tertarik untuk mendengarkan mereka.
Antusias
Pendengar Anda ketika berdiskusi sebenarnya adalah juri terbaik yang dimiliki dalam hal menilai Anda. Sebagai contoh, ada banyak komentator sepakbola di Indonesia namun setiap mereka mempunyai perbedaan. Perbedaan yang paling mendasar yang akan dinilai pendengar adalah bagaimana mereka menyampaikannya sehingga menarik. Sebagai wacana awal sebenarnya yang perlu dilakukan komentator tersebut adalah menikmati pertandingan tersebut, jika mereka menikmati maka pengetahuan akan pertandingan akan baik pula, maka komentar yang keluar juga lebih dapat diterima. Menikmati atau tidak akan terlihat dari bagaimana mereka antusias dalam membawakannya. Apakah penonton atau penikmat akan mau menikmati komentator bola yang membawakan sebuah acara sepakbola dengan nada bicara seperti orang yang sedang curhat, datar, dan seterusnya? Kalau orang yang gila bola sih tidak.
Mempunyai cakrawala yang luas
Cakrawala berarti lengkung langit. Akan tetapi, salah satu pengertian Cakrawala dalam karnus bahasa Indonesia mempunyai jangkauan luas. Seperti halnya langit yang sangat luas. Mernpunyai j angkauan yang luas sebenarnya berjalan sejajar dengan memiliki sudut pandang yang berbeda, karena jika cakrawala kita luas, sudut pandang kita pun semakin luas. Akhir-akhir ini telah dikemukakan bahwa cakrawala itu adalah Wawasan atau pengetahuan pribadi terhadap banyak hal. Pepatah yang mengatakan bahwa jika ingin memiliki cakrawala yang luas maka bepergianlah, tapi jika Anda mau mendengarkan orang lain disekitar Anda, Anda akan dapat memperluas cakrawala Anda tanpa harus bepergian. Seperti halnya yang dilakukan Andrew Cuomo yang selalu ingin mendengarkan orang lain sampai sekarang. Dale Carnegie pun mengatakan bahwa ia selalu menarik dan selalu tertarik.
Lihat dan renungi kembali kata menarik dan tertarik tersebut. Kedua kata itu tampak sederhana namun itu juga merupakan kunci keberhasilan rnenjadi pembicara yang baik. Dengan memiliki sifat tertarik otomtis Anda akan terus mencari-cari ap saja yang ada di dunia ini sehingga ketika Anda berbicara akan menjadi menarik bagi pendengar Anda. Dengarkan siapa saja yang berbicara maka Anda akan memperluas cakrawala Anda. Orang-orang di luar sana memilki hal-hal yang berbeda untuk diceritakan sehingga mereka akan memperkaya kita asal saja Anda ingin mendengarkan mereka dan tertarik untuk mendengarkan mereka.
Antusias
Pendengar Anda ketika berdiskusi sebenarnya adalah juri terbaik yang dimiliki dalam hal menilai Anda. Sebagai contoh, ada banyak komentator sepakbola di Indonesia namun setiap mereka mempunyai perbedaan. Perbedaan yang paling mendasar yang akan dinilai pendengar adalah bagaimana mereka menyampaikannya sehingga menarik. Sebagai wacana awal sebenarnya yang perlu dilakukan komentator tersebut adalah menikmati pertandingan tersebut, jika mereka menikmati maka pengetahuan akan pertandingan akan baik pula, maka komentar yang keluar juga lebih dapat diterima. Menikmati atau tidak akan terlihat dari bagaimana mereka antusias dalam membawakannya. Apakah penonton atau penikmat akan mau menikmati komentator bola yang membawakan sebuah acara sepakbola dengan nada bicara seperti orang yang sedang curhat, datar, dan seterusnya? Kalau orang yang gila bola sih tidak.
Akan tetapi, terkait dengan berbicara empat mata, ada dua macam antusiasme yang perlu diperhatikan. Yangpertama adalah, antusias dalam mendengarkan setiap isi pembicaraan yang disarnpaikan lawan bicara Anda. Sikap antusias dalam mendengarkan akan menciptakan kesenangan dalam diri teman ngobrol Anda dan akan senang berbicara kepada Anda. Tunjukkan Anda menikmati obrolan itu, maka selain Anda mendapat hal-hal baru Anda juga akan dapat memberikan yang terbaik untuk mereka. Yang kedua adalah antusias dalam menyampaikan gagasan Anda. Kita harus mampu meyakini orang lain akan apa yang kita gagaskan untuk membuat teman bicara kita percaya dan tertarik, jika kita menikmati pembicaraan dengan antusiasme tentu akan mempermudah Anda untuk melangkah dari satu tahap ke tahap berikutnya dalam berbicara. Bagaimana Anda bisa meyakini orang lain jika cara Anda berbicara tidak meyakinkan? Berbicara tanpa antusias itu tidak akan pernah tampak meyakinkan. Cobalah.
Tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri
Untuk menjaga percakapan atau obrolan, mutlak kita mencerikatakan kepada lawan bicara sesuatu tentang diri kita sendiri, obrolan akan membosankan juga tanpa itu, kita juga dituntut untuk mejawab semua pertanyaan-pertanyaan mereka, syaratnya sampaikan jangan terlalu panjang hal ini untuk mencegah terjadinya kejenuhan. Atau anda bisa tanya balik contohnya bagaimana mana dengan Anda?
Rasa ingin tahu
Rasa ingin tahu itu juga ternyata merupakan berkah. orang yang memiliki wawasan atau cakrawala yang luas ternyata berawal dari rasa ingin tahu yang kuat dalam dlrinya. Mereka akan mencari-cari dan mencoba untuk menemukan sesuatu yang belum mereka tahu untuk memperkaya dirinya. Rasa ingin tahu itu merupakan aset yung cukup berharga bagi siapapun yang ingin menjadi sukses. Oleh sebab itu, orang yang mernpunyai rasa ingin luhu akan senantiasa mau mendengarkan apa yang orang lain perbincangkan. Hal ini akan bermanfaat untuk menambah wawasan atau memperluas cakrawala kita. orang-orang seperti inilah yang selalu mempelajari hal-hal baru baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk orang lain.
Menunjukan Empati
Dalam kamus bahasa Indonesia, Empati berarti keadaan yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya di keadaan atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dikaitkan dengan berbicara, ternyata orang yang paling enak di ajak bicara adalah orang yang berempati kepada kita. Mereka yang dengan jelas menunjukkan rasa empati kepada kita dengan mencoba memahami dan Inerasakan apa yang kita rasakan dan apa yang kita katakan. Misalnya, ketika kita menceritakan tentang kisah sedih kita mereka akan berkata “maaf ya kalau aku ingatin lagi”, bukan Cuma sekedar berkomentar, “Masa iya?” atau ketika Anda menceritakan bahwa Anda akan membeli mobil karena hasil kerja Anda mereka berkomentar, “selamat ya, saya salut dengan Anda, dalam waktu yang seperti ini saja Anda sudah mampu.” Atau ketika saudara, sepupu atau siapapun yang menceritakan keberhasilan mereka, maka akan muncul komentar, “keren ya, hebat ya, saya juga ikut senang,” dan lain-lain. Jika kita mampu berbuat seperti ini Anda secara tidak langsung meruntuhkan diri sendiri dan orang lain. Dalam buku Larry, Oprah Winfrey dan Dick Cavet adalah orang-orang yang dianggap mampu menunjukkan empati kepada lawan bicaranya. Mereka benar-benar merasakan dan menempatkan diri seolah-olah dalam posisi yang bercerita.
Mempunyai selera humor
Sebagai orang yang normal, humor itu menyenangkan dan selalu dibutuhkan. Tidak baik jika sebuah pembicaraan monoton atau terus-terusan serius, akan membosankan dan tidak mencapai hasil yang maksimal. Bahkan dalam berpidato pun humor sangat disarankan agar pendengar tidak jenuh bahkan ngantuk atau meninggalkan orang yang sedang berbicara. Nah, apalagi ketika sedang berbicara dalam kelompok yang kecil dengan teman-teman ataupun kenalan. Tunjukan humor Anda. Humor tidak akan mengurangi maksud serius yang ingin Anda kedepankan, malah humor merupakan kendaraan yang baik untuk mengantarkan gagasan Anda kepada pendengar.
Mempunyai gaya bicara sendiri
Satu syarat menjadi lawan bicara atau pembicara yang baik adalah gaya kita dalam menyampaikan sesuatu. Orang sukses dalam berbicara juga bisa tergantung dari gaya Mereka dalam berbicara. Banyak orang yang ahli di Indonesia terkait dengan gaya bicara yang rnereka tawarkan. Presiden SBY contohnya mempunyai gaya yang khas, mampu meyakinkan masyarakat. Begitu juga dengan Mantan Presiden Soekarno yang memiliki gaya bicara yang sangat luar biasa tegas, meyakinkan, dan lugas.
Jadi, inti dari bagian ini adalah temukan gaya bicara sendirii yang cocok kemudian kembangkan. Akan tetapi,
mengerahui gaya berbicara diri sendiri biasanya lebih sulit daripada menemukan gaya bicara orang lain. Orang lainlah yang akan menilai gaya bicara Anda.
Setelah menyimak kedelapan ciri tersebut mungkin Anda masih merasa ada yang baik yang belum tersampaikan, silahkan Anda praktikan sendiri, jika berhasil lanjulkan, tapi kalau kurang berkenan sebaiknya jangan. Ada juga yang menyarankan untuk lebih tambah menyenangkan ingatlah nama orang yang pernah Anda kenal dan ketika bertemu sebutlah namanya, maka ia akan senang. Selamat memulai berbicara dan menjadi pembicara yang baik.
"Tidak ada seorang pun yang tidak dapat Anda ajak bicara, bila Anda memiliki sikap yang tepat"
- Larry King -


Poskan Komentar