Hemm lagi-lagi katanya Anggota DPR studi banding ya? Enak dong libur lebaran ke luar negeri? Kenapa harus belajar lagi sih ? Masih TK ya?. Kalau masih belum bisa atau belum pintar untuk ngurus negara jangan jadi anggota DPR deh. Mending belajar dulu yang benar agar tidak ada study banding. Memangnya tidak ada orang yang ahli di Indonesia untuk urusan tata kota dan desa? Jika tidak ada berarti gagal total upaya mencerdaskan masyarakat masa tidak ada satupun yang ahli dari jutaan rakyat Indonesia.
Cuma buat lihat desa-desa saja sampe jauhnya minta ampun. Orang kota baru atau orang kaya baru sih bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat ini?
Kenapa kalian tidak ke desa-desa yang ada di Indonesia ? langsung terjun mendengar dan melihat kehidupan di desa merasakan apa saja kekurangan mereka, apa kebutuhan mereka akan infrastruktur yg dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan kalau hanya belajar tentang bagaimana pembangunan di Brazil, email saja ke kedutaan Indonesia di sana, atau gak tahu email ya? atau kedutaan Indonesia di Brazil tidak ada kerjaan cuma numpang tidur doang?
Apa anggota dewan ini mau disebut Dewan Penipu Rakyat (DPR) yang semakin kreatif untuk menghabiskan uang negara. Penjajah bangsa?
Sebenarnya banyak cara bagi DPR untuk mencari bahan-bahan dalam merumuskan sebuah regulasi. Cara tersebut harus lebih efektif dan efisien tentunya. Kalau memang harus mengadopsi keberhasilan desa di Brasil, rasanya akan lebih efektif dan efisian jika mengundang pakar dari sana ke negeri ini dan itu tidak akan memakan biaya miliaran.
Di samping itu, DPR juga bisa melibatkan stakeholder lainnya, seperti kepala daerah, Menteri Dalam Negeri hingga para kepala desa dan masyarakat desa itu sendiri. Ngapain harus pergi ke Brasil segala yang biayanya sebegitu banyak.
Tidakkah DPR mengambil hikmah dari kunjungan ke Jerman beberapa waktu lalu? Di sana mereka ditolak oleh para mahasiswa, lantaran kunjungan dimaksud dinilai hanya sebagai kamuflase untuk menghabiskan keuangan negara. Terbukti, di antara anggota dewan bersama istri mereka temukan tengah berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan mewah.
Jika memang anggota dewan memiliki sense of crisis dan punya hati nurani, seharusnya malu untuk melakukan kunjungan-kunjungan demikian. Apalagi ini hanya tentang RUU Desa. Sebegitu hebatkah undang-undang tentang desa di Brasil? Apakah kultur, budaya dan sosial kemasyarakatan di Brasil akan bisa diterapkan di Indonesia? Kecuali yang dipelajari ke Brasil adalah cara membina sepakbola, barangkali sah-sah saja. Karena memang Brasil jauh lebih hebat dalam bidang sepakbola dibandingkan Indonesia.
Ingat, di Indonesia masih banyak persoalan krusial yang harus ditangani secara berkelanjutan. Di antara persoalan yang tidak tuntas-tuntas itu adalah kemiskinan dan pengangguran. Kenapa anggaran sebanyak perjalanan ke Brasil itu tidak dimanfaatkan saja untuk ekonomi produktif guna mengurangi angka kemiskinan? Kenapa anggaran-anggaran ke luar negeri yang selama ini menjadi ‘gula’ bagi anggota dewan tidak dimanfaatkan saja untuk pembukaan lapangan kerja baru, sehingga dengan demikian sedikit demi sedikit persoalan bisa diselesaikan.
Oia lupa, mending kalian anggota DPR urus dan didik para bawahan kalian di kabupaten, kecamatan sampai desa agar semuanya bisa memimpin dan mengurus desanya masing-masing buat saya kalian para Anggota DPR dan para pejabat sangatlah tidak berhasil dalam memimpin faktanya Anda lihat artikel sebelumnya tentang Jalan Rusak di Ciamis di link http://www.dedeyahya.com/2011/07/jalan-butut-ciamis.html sudah beberapa kali lebaran tetap saja hancur. Sayangnya kalau pulang cuma hari libur panjang saja, jadi ya adem-adem saja tetapi masyarakatnya nyantai-nyantai saja seperti menikmati jalanan rusak dan masih banyak lagi yang lebih parah dari ini.
Kita lihat saja hasilnya apa langsung diaplikasikan dan terwujud di Indonesia. Semoga saja semua desa di Indonesia terwujud dan menjadi sorotan dunia agar negara-negara lain study bandingnya ke Indonesia. Ya jika masih kacau dan tidak membuahkan hasil. Mungkin pembubaran DPR RI siap segera gan ...


Poskan Komentar